Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2024

Kumpulan Pantun

Berikut ini adalah kumpulan pantun terupdate karya original dari scientistalfiyani.blogspot.com Pergi ke pasar membeli buku Tidak lupa membeli duku  Selamat datang di negaraku Negara yang ramai berbagai suku Membeli sabun kemarin lusa Untuk mencuci sampai berbusa Tetap semangat jalani puasa Harap pahala Yang Maha Kuasa Pergi ke toko membeli bata  Di jalan pulang ketemu si Salma Bila orang tua sudah berkata Harap didengar dengan saksama  Pak Tatang membeli sedan Dibawa mudik ke Cimahi  Selamat datang bulan Ramadhan  Bulan yang suci dari Ilahi  Ada anak beli tamia Tamia dipunya langsung ceria Jadilah engkau pahlawan dunia Yang tak kenal lelah akan derita Bakar ayam, siapkan arang  Ayam dibakar bagian dada Janganlah suka merendahkan orang Karena karma pasti menyapa Pulang kampung kunjungi desa  Sampai di desa banyak berita Kalau ingin ungkapkan rasa Anggaplah aku tempat cerita Kalau sudah memerah mata Air mata pun akan keluar Kalau butuh tempat cerit...

Puisi Tentang Bulan Ramadhan

 - Ramadhan - Fadhilah dari setiap ibadah  Yang telah Allah perintah Al-Qur'an... Bukti nyata atas kemuliaan Diturunkan pada malam Qadar  Sebagai petunjuk, Antara yang batil dan yang benar Syahrul Qur'an yang penuh keberkahan Itulah Ramadhan... Bulan yang penuh kebaikan Hadirnya satu malam yang penuh keberkahan Malam yang lebih baik dari seribu bulan  Ramadhan penuh pengampunan Ramadhan penuh pengharapan  Dibukanya pintu surga  Ditutupnya pintu neraka  Inilah Ramadhan! Bulan puasa, penghapus dosa  —★★★—

Puisi Tentang Malam

Malam dan Asa Malam... Kenapa kau datang membawa kegelisahan? Kenapa kau datang membawa kekecewaan? Kau bukan malam yang ku kenal Malam... Bukankah seharusnya kau tempatku beristirahat? Bukankah seharusnya kau tempatku berkeluh kesah? Kenapa engkau pergi? Seolah tak ingin menyapaku lagi Kenapa hanya pagi yang menyemangati ku? Kenapa harus siang yang menghangatkan ku? Kenapa sore yang tahu keluh kesahku? Ada apa dengan malam ku? Malam yang kurasa hanya ada kebencian Malam yang kurasa hanya ada tangisan Malam yang menghampiri... Bukan lagi malam yang menenangkan Seutas rembulan tak lagi indah Setitik bintang tak lagi benderang Seutas senyum tak lagi terlihat Setitik rindu tak lagi tersemat

Puisi Tentang Ayah

 Rinduku untuk Ayah Ayah... Ku tuang rasa dalam buku Ku tuang rasa dalam tulisan Setiap kata setiap kalimat Hanya rindu yang tersemat Ayah... Ku selalu mengukir rindu dalam kalbu Ku selalu mengukir kenangan dalam ingatan Kenangan pahit, kenangan manis Akan tersimpan dalam memories Ayah... Belum sadarkah engkau? Kau tak perlu harta Untuk berada di sisiku Kau tak perlu kuasa Untuk membahagiakan ku Ayah... Ingatlah semua waktu yang kita jalani dulu Tidakkah engkau rindu melihat senyumku yang dulu? Setiap yang kita lakukan Mana mungkin aku lupakan Ayah... Lihatlah aku Lihatlah isi hatiku Aku rindu, sangat rindu Kumohon lihatlah aku Ayah... Semoga rinduku tersampaikan padamu Semoga rinduku membawamu padaku Agar kita kembali  Mengukir kenangan lagi